Kamis, 21 Agustus 2008

hatiku berkata

Ya Rabb
Masa lalu begitu jau dibelakang sana. Tak mungkin kembali lagi. Yang ada penyesalan karena tak mengukir masa lalu yang indah karena tak mengingatMu saat itu. Hari demi hari kulalui dan semakin hari selalu saja ada pelajaran yang kudapat. Yah hidup ini untuk belajar. Hidup ini untuk membaca setiap surat cinta yang Engkau tuliskan dengan tangan kekuasaanMu yang tak ada yang menyaingi keindahanya. Itu kata kk. Namun mampukah setiap tulisan yang tersusun menjadi surat cinta itu kan bisa kubaca. Kadang aku buta hingga tak paham maksudnya walau dengan jelas tersirat. Dibutakan oleh nafsu berupa ego yang tak sadar menjadi pemimpin dalam jiwaku. Aku merasakan itu ketika sedikit demi sedikit aku jauh dari Mu Ya Rabb. Tidak enak, tidak tenang, dan dihantui rasa takut. Saat seperti itu membuat tubuhku kaku.........
Lingkungan tak mendukung, aku masi kecil dan tak mampu berdiri sendiri ketika tiba-tiba jatuh. Yah itu kata hatiku. Kata orang aku sudah besar, kata kk aku sudah dewasa. Tapi ternyata jadi anak kecil lebih enak. Alasannya karena takkan disalahkan. Bukan berarti aku ingin selalu merasa benar, tidak.... tapi paling tidak mereka sedikit merem cara mereka menyalahkanku. Kataku "akukan masi kecil " hahahahha Lucu sekali. yah... aku tak suka dimarahi, siapa yang suka. Inginmelihatku berontak maka marahlah, berkatalah yang kasar. Tapi jika menyampaikannya dengan tenang tanpa langsung menyalahkanku insya Allah dengan senang hati, hatiku untukmu. hahahha maksudku aku akan ikuti kemauanmu jika memang yang kuamu ituadalah kesalahan. nah loooo.......rahasia dibongkar deh.
Perhatian-perhatian ....
aku ga suka di tuduh, aku ga suka dimarahi, aku ga suka di kasari dan sebagainya. Ok!!!!!!!!!!!!
Tapi walaupun begitu aku akan belajar agar bisa menghadapi semua itu. Ok!!!!

Duniaku


Aku memiliki dunia sendiri

Duniaku adalah hidupku

Aku yang mengaturnya …

Namun itu dalam bentuk taklif ..

Salah berarti derita …

Benar berarti bahagia …

Maka duniamu adalah langkahmu …

Langkahmu adalah amanah Tuhan …

Kemana ..kenapa ..terus apa ?

Jangan kira kamu bebas mutlak ..

Tidak ..tidak …

Kamu bebas dalam fitrahmu …

Kamu bebas dalam duniamu …

Tapi jangan mengganggu dunia orang lain …

Dikala kamu nikah ..

Duniamu milik berdua …

Jangan angkuh ..

Jangan seenaknya …

Karena itu milik bersama …

Bersama dalam membangun …

Bersama dalam langkah …

Saling berkorban ..

Diri dan harta …

Demi dunia yang abadi …

Itulah dunia kita …dunia yang abadi …

Di akhirat nantinya ..

Selasa, 19 Agustus 2008

Apa yang kumau?????

Setiap malam sebelum tidur, mataku tak pernah bisa terpejam sebelum kutanyakan pada diriku "sebenarnya apa yang kuinginkan???". Apa orang lain juga pernah bertanya seperti ini pada dirinya? Entahlah..... meskipun begitu inilah pertanyaan yang tak pernah kutemui jawabannya. Kenapa? Karena terlalu banyak yang kumau hingga aku tak tau lagi apa yang kuinginkan. YA Allah benarkah aku tak bersyukur jika kutanyakan ini? Aku sadar harusnya aku hanya hamba yang patut menerima apa yang Engkau berikan.
Aku ingin bisa bersabar menghadapi semuanya. Mengharapkan ridhamu bersyukur akan apa yang Engkau berikan. Terkadang aku sedih, tapi seseorang berkata padaku bahwa tak apa jika sedih karena Iman pada Allah. Yah ternyata sedih bukanlah tak sabar. Satu contoh ketika sedih karena meninggalkan 2 rakaat shalat malam atau tak melakukan witir sehari saja. Rasa sedih itu akan muncul. Tapi sedih yang sseperti ini adalah sedih karena iman. Sedih karena meninggalkan suatu kebaikan. YAh segala sesuatu yang Allah ciptakan tak ada yang buruk semua adalah kebaikan yang harus kita sadari. Dan dengan menyadarinya maka mesti kita bersedih tetap saja berujung bahagia. Yah surga Allah menanti. MAri bersama menghadapi hidup ini dengan tetap memandang semua yang Allah jadikan adalah suatu kebaikan. MAri belajar memetik hikmah dibalik derita dan bahagia.
Nura Semangat!!!!!!!!!

Marah itu fitrah


Hampir setiap hari melihat ada orang yang marah, tidak aneh lagi karena marah memang sifat yang tak bisa hilang dari manusia. Tapi ketika orang mengatakan "hilangkan sifat marahmu itu?" benarkah itu permintaan yang bisa dilaksanakan? kurasa tak mungkin. Marah itu juga dari Allah, itu nikmat karenanya marah tak bisa hilang dari diri manusia. Yang bisa dilakukan adalah mengarahkan sifat marah itu. Mengarahkannya kearah yang lebih baik. Yah tentu bisa.
Aku pernah mendengar satu cerita saat mengikuti seminar. Diceritakan ada seorang yang suka marah, tak pandai mengendalikan emosi hingga tak sadar entah berapa banyak orang yang dibuatnya sakit hati. Seseorang memberikannya solusi untuk menahan emosinya. Setiap kali ingin marah disuruhnya untuk menahan emosi itu. Tidak membiarkannya marah tapi melampiaskannya dengan menancapkan paku ketembok dengan palu. Begitu seterusnya, setiap kali marah paku itu terus ditancapkannya. Dan lama kelamaan temboknya penuh dengan paku. Emosinya sedikit demi sedikit surut. Dan langkah selanjutnya adalah mencabut paku di tembok jika dia memaafkan orang lain. Subhanallah hal itu dilakukan sampai paku itu habis. Namun bagaimanapun dia berusaha memaafkan orang itu tembok itu tetap saja ada bekas tancapan pakunya. Begitulah mungkin hati seseorang yang kita sakiti hatinya. Mengatakan atau berusaha memaafkan kita namun ternyata hatinya tetap saja ada rasa sakitnya.
Cerita ini mengajarkan kita bagaimana caranya berusaha menahan marah atau emosi kepada orang lain. Karena marah itu menyebabkan hati orang sakit dan jikapun kita sudah meminta maaf maka tusukan dihati orang tersebut tetap saja membekas.
WAhai kawan mari kita berusaha mengarahkan marah kita karena mustahil menghilangkannya. HAnya Allah yang mampu melakukannya.
Dan ingatlah bahwa semua yang Allah jadikan itu baik. Iman...Iman...Iman... ALLAHUAKBAR

Senin, 18 Agustus 2008

Prasangka

Apa kamu marah?
Apa kamu tidak percaya?
Apa kamu lupa?
Apa kamu....?
Apa kamu....?
Dan banyak lagi pertanyaan yang katanya pertanyaan padahal itu semua adalah bagian dari prasangka. Alhamdulillah jika prasangka itu baik tapi kalau malah buruk kan jadi brabe. Itulah Prasangka. Ketika dikatakan jangan berprasangka buruk. Jawabnya aku tidak berprasangka buruk tapi aku bertanya. Yah bertanya karena ada pikiran buruk. Huuuuuuh betapa sakitnya jika orang tak percaya dengan kita. Menuduh yang bukan-bukan dan senantiasa menyalahkan. Tanpa melihat dan memikirkan apa maksud dari perlakuan kita terhadapnya. Yah betul sekali bahwa kita harus menjaga diri ini dari fitnah. Menjaga diri agar tak ada fitnah. Namun terkadang penilaian orang yang masi saja selalu kotor. Entahlah apa ini kesalahan dari diri kita atau mang orang tersebut yang tak percaya atau bahkan pikirannya memang tak pernah baik terhadap orang lain.
Padahal ternyata rahasia hidup sehat adalah dengan membimbing hati menjadi sehat. Dalam artian yuk kita bersama2 berprasangka baik terhadap orang lain. Karena ternyata dituduh atau disangka buruk itu pahit banget. Intinya mah ga enak difitnah orang.
Ya Allah ampunkanlah aku atas sikap dan bicaraku yang bisa membuat orang berprasangka buruk terhadapku. Dan semoga akupun terhindar dari berprasangka buruk terhadap orang lain.Amin Ya Rabb.

Jumat, 15 Agustus 2008

Salam

Assalamu'alaikum
Belajar lagi!!!!